Background Image

Jika Tuhan baik, mengapa Tuhan mengizinkan dia dilahirkan tuli?

Temukan jawaban di buku "Tuhan Tidak Tuli" ditulis oleh 6 orang yang merupakan keluarga anak tunarungu termasuk dia sendiri.

Lihat Isi Pesan
Product Image

Sinopsis Buku Tuhan Tidak Tuli

Kami percaya Tuhan itu baik dan mengasihi kami. Akan tetapi jika Tuhan begitu baik, mengapa Dia mengizinkan Yahya, anak kami (laki-laki satu-satunya), dilahirkan tunarungu? Awalnya, seakan-akan kami melihat masa depan yang suram dan kesulitan-kesulitan yang menghadang. Maka, kami berusaha mengatasinya sendiri dengan segala cara yang kami ketahui.

Namun, ternyata semuanya sia-sia. Hingga akhirnya kami menyadari bahwa pertolongan kami hanya ada di dalam Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Ya, setiap kali raksasa persoalan itu datang menghadang, kami hanya bisa berseru serta berdoa kepada-Nya. Dan, di situ terbukti bahwa …
Tuhan Tidak Tuli.


Video singkat kesaksian hidup Yahya A. Tioso

Mari dengarkan kisah bagaimana Yahya menemukan jawaban
mengapa Tuhan mengizinkan semua ini terjadi.


Diproduksi oleh yesHeis Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik

  • Belum pernah saya membaca sebuah buku yang ditulis oleh enam orang sekaligus. Apalagi keenam penulisnya merupakan satu keluarga, yang semuanya sudah dewasa, tetapi bukan peneliti akademis atau sejenisnya. Bahkan saya seolah membaca ada "orang ketujuh" yang ikut mengarahkan tulisan ini menjadi satu kesaksian hidup tentang Tuhan yang memang tidak pernah tuli. "Orang ketujuh" itu adalah Roh Kudus yang telah berkarya dalam kehidupan keenam penulis. Sungguh ini bukan buku biasa. Setiap orang yang bergumul dengan masalah-masalah kehidupan akan mendapat inspirasi dan harapan baru dengan membaca buku ini. Setiap keluarga yang memiliki anak difabel tentu akan dihiburkan dengan buku ini. Setiap orang yang percaya pada kuasa doa, akan banyak mengamini cerita di dalam buku ini. Setiap orang yang berharap doanya dijawab, kiranya akan kembali bersemangat untuk mengetuk pintu sorga setelah membaca buku ini. Biarlah segala pujian boleh dikembalikan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah mengijinkan para penulis bersaksi tentang kasih setia dan rahmat-Nya yang tak pernah habis, bahkan selalu baru setiap hari.

    Andrias Harefa - Trainer dan Penulis 40 Buku Laris
  • Perjalanan seorang anak manusia, YAHYA yg dicintai keluarganya, dan nyata ada, karena Kasih Tuhan. Perjalanan hidup yang sungguh sulit, di mana sebagai anak tunarungu yang tergolong berat (tuli) , harus mampu berbicara agar bisa “diterima” di dunia mendengar dan menyesuaikan diri dengan tuntutan pendidikan umum tanpa bantuan yang selayaknya diterima anak tunarungu. Tantangan demi tantangan dilalui dengan berdoa dan bergantung sepenuhnya pada Tuhan, percaya bahwa Tuhan tidak tuli dan mengimani menunggu “waktuNya” Tuhan. KEMENANGAN akhirnya diraih Yahya dan itu hanya mungkin karena Tuhan menyatakan kasih karuniaNYA. Terharu menyaksikan perjuangan Yahya dan kisah ini pasti menguatkan semua orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, sebab rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera untuk memberikan kepada setiap manusia hari depan yang penuh harapan.

    Dra. Marjam Rudijanto, M.Psi - Psikolog dan Orang Tua Anak Tunarungu

Profil Penulis



Stephanus Junianto dengan Ratna Pudyastuti menikah pada tanggal 29 Januari 1983. Mereka dikaruniai tiga anak; Grace Suryani, Elisabet Listiyani, dan Yahya Adisaputro Tioso yang tunarungu. Saat ini, ketiganya sudah berkeluarga. Grace dan Steven serta kedua anaknya, tinggal di Singapura. Lisa dan Ramon serta kedua putri mereka, tinggal di Jakarta. Sedangkan Yahya dan Monika berdomisili di Sydney, Australia.

Hubungi Kami

Jika kamu ingin meninggalkan pesan atau punya pertanyaan dan komentar. Silahkan kirim email ke halo@tuhantidaktuli.com
atau isi webform di bawah ini dan kami akan menjawab.